Urban News

ADVOKAT KAI DKI Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Anggota

Pengurus dan Anggota DPD Kongres Advokat Indonesia DKI Jakarta saat Buka Puasa Bersama, Jumat (31/05/2019). (Foto: Urbannews.co.id/Marselinus)

Jakarta, URBAN NEWS INDONESIA – DPD Advokat Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta menyelenggarakan Buka Puasa Bersama sekaligus silaturahmi anggota KAI wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan buka puasa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD KAI DKI Jakarta, Nurdamewati Sihite, SH., MH., berlangsung di Kantor KAI Jakarta, Graha Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat (31/05/2019).

Setelah melaksanakan buka puasa bersama, para pengacara di Jakarta ini melanjutkan kegiatan dengan diskusi bersama. Dialog yang berjalan santai tapi serius mendiskusikan terkait program kerja yang akan dilaksanakan DPD KAI DKI Jakarta kedepan.

Diantaranya mendukung program DPP KAI dalam membentuk Advokat Kompeten Era Digital. Kualifikasi Advokat KAI kedepan akan semakin mudah diakses melalui aplikasi berbasis Internet dengan menampilkan identitas, kompetensi atau konsentrasi keahlian masing-masing anggota advokat KAI. Advokat KAI juga menggunakan Single Identity Number antara KTA dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun sebagai fungsi smart card lainnya.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pengacara Indonesia (LSPPI) Dr. Urbanisasi, SH., MH., CLA., CIL., yang turut hadir menyatakan, hal yang tak kalah penting untuk diprogramkan kedepan yakni peningkatan kualitas SDM Advokat KAI DKI Jakarta secara khusus dan Advokat KAI se Indonesia secara umum. Peningkatan kualitas ini tentu dipengaruhi oleh berbagai proses terutama pendidikan calon Advokat KAI itu sendiri dan pendidikan tambahan lainnya setelah menjadi pengacara.

“Sekalipun bertransformasi ke era digital tapi pengetahuan atau pemikiran kita lebih manual daripada era digital yah sama aja. Kenapa demikian, karena kita tidak mau mengupgrade diri. Oleh sebab itu, para pelopor Advokat Digital harus upgrade dirinya melalui peningkatan kualitas SDM agar fasilitasnya kekinian diiringi dengan ilmunya yang juga kekinian,” tegas Urbanisasi.

Lebih lanjut, Urbanisasi menjelaskan cara untuk mengembangkan diri yakni dengan mengasah kemampuan advokat itu sendiri karena tenggang waktu Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sangat singkat sementara kegiatan seorang pengacara itu sangat kompleks. Pengembangan diri bisa dilakukan melalui pendidikan tambahan lewat pelatihan-pelatihan atau asesmen dan seminar-seminar.

Menurutnya, dapat juga dilakukan dengan menggalang kantor-kantor hukum untuk menemukan hal-hal baru dari pengalaman praktisi di lapangan, kemudian bisa didiskusikan dalam forum seminar sehari. Melakukan research terhadap kasus-kasus yang dihadapi untuk menghasilkan suatu produk yang bisa dipresentasikan atau kita rangsang para advokat untuk berani menulis buku dari hasil penelitiannya untuk menjadi sebuah karya pribadi sekaligus kebanggaan organisasi.

“Siapa yang dapat menggagas semua itu, yakni organisasi atau wadah dalam hal ini DPD KAI DKI Jakarta . Organisasi punya peran penting dalam meningkatkan SDM atau kompetensi  seorang advokat,” ungkap lulusan doktor hukum dari Universitas Hasanuddin ini.

Lebih tegas, ungkap Urban, tugas organisasi bukan hanya menggalang pembuatan KTA, pelaksanaan PKPA, kumpul-kumpul mengadakan Rakerda, Rakernas, Musyawarah Nasional, Musyawarah Daerah, dan lain sebagainya. Tapi organisasi harus mengupayakan agar tiap bulan kemampuan SDM Pengacara itu meningkat 1 level baik dari sisi komunikasinya, sisi bahasanya, keterampilan, pengetahuan, attitude, maupun kemampuan-kemampuan lain terkait dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

“Semua itu harus dimulai dari Advokat KAI DKI Jakarta sebagai barometer KAI Se Indonesia. Mengapa DPD KAI Jakarta yang harus menjadi pengagas atau contoh bagian daerah-daerah lain?. Itu karena di DKI Jakarta paling banyak anggota Advokat KAI dan menjadi organisasi tingkat daerah paling besar. Salah satu program penting yang dapat dilakukan dalam waktu dekat yakni KAI DKI Jakarta harus bisa menyelenggarakan seminar sehari dan diskusi rutin mingguan minimal 1x seminggu membahas materi-materi dari narasumber kompeten atau kasus-kasus dari anggota organisasi yang menemui masalah proses hukum di lapangan untuk bersama mencari problem solving atas keadaan demikian,” kata Urbanisasi yang juga Dosen Tetap di Fakultas Hukum Universitas Taruma Nagara ini.

Mengakhiri diskusi bersama, Ketua DPD KAI DKI Jakarta mengapresiasi partisipasi semua pengurus dan anggota. Pihaknya menampung semua saran yang didiskusikan bersama dan akan melaksanakan program kerja organisasi DPD KAI DKI Jakarta ini setelah libur lebaran Juni 2019.

Nurdamewati yang baru saja diangkat jadi Ketua DPD KAI Jakarta ini merasa welcome untuk semua masukan yang sifatnya membangun organisasi dan kebersamaan antar anggota kedepan. Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama ambil bagian dalam membesarkan organisasi dan selalu menjaga nama baik lembaga tercinta Kongres Advokat Indonesia.

Buka Puasa Bersama dan Diskusi ini juga dihadiri perwakilan pengurus DPP KAI, Junaidi, SH. Menurutnya, Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja Hernanto tidak dapat hadir karena sedang bertugas keluar kota.

[UNI/Marsel].

Related Posts