Urban News

Pembangunan Gedung Gereja Katolik Mamasa Mulai Rampung

Gedung baru Gareja Katolik Santo Petrus Mamasa. Sumber foto: akun Oktovianus Tandilolo.

MAMASA, URBANNEWS – Pembangunan gedung Gereja Katolik Santo Petrus Mamasa sudah mulai rampung dengan menyisahkan pembenahan kelengkapan gedung. Gedung yang terletak di Randanan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dengan konsep menyerupai bangunan Eropa ini, diharapkan dapat menjadi fasilitas yang memadai untuk beribadah bagi Umat Katolik di Kota Mamasa.

Semakin bertambahnya jumlah umat  dan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan kerohanian yang secara berkala disatukan dari seluruh gereja Katolik dalam lingkup wilayah Paroki Mamasa mengakibatkan gedung gereja lama sudah tidak dapat memuat semua umat untuk beribadah secara hikmat. Permasalahan inilah yang menjadi salah satu dasar pemikiran dari mantan Pastor Paroki Mamasa Vius Octavian bersama umat untuk membangun gedung gereja baru yang ukurannya lebih besar untuk bisa menampung umat lebih banyak.

Unggahan beberapa gambar dari akun media sosial Pastor Paroki Mamasa Oktovianus Tandilolo menunjukkan pembangunan gedung sudah mulai rampung pada beberapa bagian seperti plafon, altar, dan pemasangan kaca pada sebagian jendela gedung. Kendati demikian, masih banyak yang perlu dibenahi seperti lantai, halaman sekita luar gedung, dan sebagainya.

Mwski masih dalam tahap pembangunan, gedung gereja ini rencananya akan diresmikan bulan Oktober 2017 mendatang.

“12 Oktober 2017 akan tiba. Tidak ada jalan untuk lari,” ungkap Pastor Oktovianus dalam akun resminya, Selasa (17/1/2017).

Pernyataan tersebut kembali dikuatkan oleh Pastor Kapelan Paroki Mamasa Anton Pabendon saat dikonfirmasi media Urban News.

“Tanggal 12 Oktober pemberkatannya. Nih masih sedang mengurus beberapa pekerjaan seperti lantai, kaca, profil, pelataran, dan lain-lain. Pelaksanaannya akan dirangkaikan dengan penyelenggaraan Siarah Keuskupan Agung Makassar pada tangal 14-15 Oktober 2017,” kata Pastor Anton saat dihubungi melalui mobile, Jumat (17/2/2017).

Selain gedung gereja, umat Katolik Paroki Mamasa juga terus merampungkan kelengkapan fasilitas di Bukit Siarah Pena’ guna mendukung kelancaran ibadah bagi pesiarah. Seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya, Patung Bunda Maria di Paroki Mamasa merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Patung Bunda Maria Assumpta di Kerep, Ambarawa, Semarang. Patung dengan tinggi 12 meter yang berada di Bukit Siarah Pena’, Kecamatan Balla, Mamasa tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dalam Ulang Tahun ke-25 Bukit Siarah Pena’, Minggu (28/10/2012).

Bukit Siarah Pena’ dijadikan sebagai pusat siarah Umat Katolik se Keuskupan Agung Makassar yang selalu diselenggarakan setiap bulan Mei dan puncaknya pada bulan Oktober setiap tahun dengan mendatangkan ribuan pesiarah nusantara maupun mancanegara untuk beribadah. Keuskupan Agung Makassar meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Bangunan Gereja Katolik Mamasa yang baru dan Bukit Siarah Pena’ yang bersumber dari swadaya umat Katolik Mamasa dan para donatur tersebut, diharapkan dapat melengkapi indahnya pesona kekayaan Mamasa secara khusus wisata bidang rohani. Hal ini semakin didukung oleh pembangunan jalan poros Makassar – Polewali – Mamasa yang sudah melai membaik setelah diaspal beton oleh pemerintah daerah.

Selain destinasi bukit siarah dan gudung gereja baru yang dapat dijadikan tujuan berwisata rohani, Mamasa juga memiliki sekolah unggulan yaitu SMP Frater Mamasa yang berdekatan dengan kompleks gedung gereja Katolik Mamasa. Sekolah yang banyak difavoritkan siswa-siswi dari wilayah Mamuju tersebut juga dapat menjadi daya tarik Mamasa kedepan dalam bidang pendidikan. Namun pembangunan jalan poros dari Mamuju – Mamasa belum juga terealisasi dengan baik, sehingga pemerintah diharapkan dapat mengoptimalkan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut guna mendukung perjalanan wisatawan dari luar daerah. Pesiarah umat Katolik dari luar daerah yang selalu berkunjung setiap tahun, secara otomatis merupakan wisatawan Kabupaten yang tentu memberikan kontribusi positif terhadap daerah Mamasa bai secara langsung maupun tidak langsung.

Mamasa merupakan daerah wisata unggulan di Provinsi Sulawesi Barat, yang memiliki banyak produk wisata berupa gunung, air terjun, rumah adat, musik bambu, tari-tarian, dan berbagai produk wisata budaya, rohani, dan alam lainnya.

 

[Marselinus]

 

Related Posts