Urban News

Masyarakat Apresiasi Sikap PKPI Hidupkan Demokrasi Pilkada Mamasa

Logo Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Mamasa,  URBAN NEWS INDONESIA – Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Syarifuddin Nur dan Wasekjen DPN PKPI Fatmudaeng Parawangsa berkunjung ke Mamasa, Rabu (10/01/2017). Kehadiran punggawa PKPI dari Jakarta ini diapresiasi baik sebagian masyarakat Mamasa. Hal ini terbukti melalui sambutan ribuan masyarakat Mamasa di sepanjang jalan hingga tiba di Kantor KPUD Mamasa.

Pasalnya, PKP Indonesia memberikan harapan baru terhadap warna demokrasi pada Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. PKPI sebelumnya telah tergabung dalam koalisi besar 10 partai politik untuk mendukung pasangan bakal calon pertahanan. Koalisi besar yang dibangun pasangan bakal calon H. Ramlan Badawi dan Martinus Tiranda (RB-MT) ini membuat Pilkada Mamasa terancam hanya satu pasangan calon karena perolehan suara atau kursi partai yang belum dijadikan sebagai kendaraan di KPU Mamasa sudah tidak memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan calon lainnya.

Sehingga kehadiran dua pengurus nasional PKPI menjadi angin segar bagi sebagian masyarakat Mamasa yang mengharapkan terjadinya demokrasi penuh yakni adanya lebih dari satu pasangan calon yang bisa dipilih pada pesta demokrasi Pemilukada kali ini. Kehadiran pengurus PKPI bersama rombongan pasangan bakal calon Obednego Depparinding dan Benyamin YD (UND-BYD) sontak menjadi perbincangan hangat di Mamasa selama beberapa hari ini. Pengurus DPN PKPI Syarifuddin Nur sendiri dalam wawancaranya ke sejumlah awak media mengungkapkan dukungannya ke OND-BYD namun sedang dalam proses pengurusan administrasi baik di internal partai maupun di KPUD Mamasa.

Beberapa tokoh masyarakat yang dimintai keterangan terkait sikap pengurus DPN PKPI ini, mengharapkan PKPI bisa hadir sebagai penyelamat agar kompetisi dalam bingkai demokrasi beberapa pasangan calon bupati dan wakil bupati Mamasa dapat terwujud.

“Saya tidak bisa bicara politik. Tapi saya menilai,  kehadiran PKPI di mamasa yang mau mengusung pak OND-BYD bisa lebih menghidupkan demokrasi di Mamasa,” kata Yoel Z. Paotonan seorang pelajaran mahasiswa Mamasa di Sydney,  Australia saat dikonfirmasi melalui mobile phone.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Teman Obed, Stanley Gideon Buntukaraeng. Stanley menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran PKPI di Mamasa. “Kehadiran PKPI di Mamasa betul-betul menyelamatkan nyawa demokrasi yang suda di ambang pintu ke hancurkan,” ungkapnya kepada awak media Urban News Indonesia. Sementara sarjana muda dari Desa Taupe, Marthen Ma’dika juga mengungkapkan, PKPI akan memeriahkan pesta demokrasi di Mamasa. Marthen mulai bersimpati kepada PKPI karena partai ini menjunjung tinggi nilai-nilai moral demi terciptanya demokrasi yang baik di Mamasa.

“Selaku warga Mamasa dan pendukung OND-BYD, saya sangat berterima kasih kepada pengurus pusat PKPI karena membuka jalan bagi kami  untuk melaksanakan proses demokrasi yang sesungguhnya dalam hal memilih pemimpin, sesuai keinginan masyarakat luas di daerah kami tidak hanya kemauan sekelompok orang saja yang mau merusak budaya dan demokrasi di Mamasa karena sekarang zamannya pemilihan langsung bukan keterwakilan parpol saja. Pesta demokrasi harus benar-benar dilakukan dan dirasakan masyarakat umum melalui adanya lebih dari satu pasangan calon yang akan dipilih, bukan kotak kosong yang dijadikan sebagai pembanding pilihan. ,” ungkap Sutimaryono warga Rantebulahan, Mamasa. Selanjutnya Sutimaryono mengungkapkan Mamasa tidak pernah menganut sistim kerajaan melainkan sistim demokrasi sejak zaman dahulu, sehingga ketika terjadi kotak kosong nanti di pilkada maka itu bisa menimbulkan kesenjangan sosial dimana sebagian besar masyarakat Mamasa tidak tersampaikan aspirasinya dalam memilih pemimpinnya.

Aktivis Mamasa yang tinggal sementara di Makassar, Mujur Montonglayuk juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap Pilkada di Mamasa yang besar kemungkinan hanya akan terdapat pasangan calon tunggal. Mujur mengungkapkan,  meskipun ia memiliki hak pilih di Mamasa namun pihaknya belum menentukan pilihan. Hanya saja,  Mujur melihat bahwa kehadiran pengurus PKPI menjadi penyemangat sebagian besar masyarakat Mamasa dan hal itu menjadi kredit Point bagi partai ini karena dianggap sebagai penyelamat terwujudnya demokrasi yang diharapkan sebagai masyarakat. “Jika PKPI dapat memenuhi keinginan sebagian besar masyarakat Mamasa maka tentu akan semakin dicintai dan dibanggakan lebih dari parpol lainnya,”  kata Mujur.

Sementara Beni salah satu aktivis dan pemilih Mamasa yang tinggal sementara di Polewali menyatakan lebih senang jika PKPI tetap mendukung RB-MT. “Meskipun dimungkinkan oleh aturan untuk menarik dukungan dan diberikan ke pasangan calon lainnya, namun saya tetap berharap PKPI setia mendukung RB dan pasangannya karena kemarin sudah menentukan keputusan untuk merekomensasikan pasangan calon RB-MT”. Menurutnya, dikeluarkannya rekomendasi itu sudah melalui pertimbangan matang pimpinan pusat dan kesepakatan dengan tim RB-MT sehingga konsistensi PKPI harus tetap dipegang teguh.

Ada yang berharap PKPI menjadi penyelamat pasangan OND-BYD agar bisa maju bursa calon dengan mengendarai Gerindra,  Hanura, dan PKPI,  namun ada juga yang berharap partai ini tetap tergabung dalam koalisi RB-MT agar Pilkada Mamasa 2018 hanya terdapat pasangan calon tunggal. Jika nantinya hanya terdapat satu pasangan calon hingga penetapan KPUD Mamasa, maka yang akan dihadapi adalah kotak kosong. Paslon yang menghadapi kotak kosong biasanya lebih diuntungkan melihat pengalaman pada Pilkada Serentak 2017 lalu, hal ini tentu menguntungkan bagi pasangan RB-MT dan pendukungnya.

Pihak KPUD Mamasa sendiri masih memberikan perpanjangan waktu selama beberapa hari bagi partai politik atau gabungan partai politik untuk mendaftarkan calonnya yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Bahkan masih dimungkinkan jika ada partai yang akan menarik rekomendasi dukungannya kemudian diberikan kepada pasangan lainnya sesuai mekanisme yang berlaku dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2017 Pasal (102).

Dilansir dari Media Kompas (11/01/2018), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat memberikan perhatian lebih kepada 19 daerah peserta Pilkada Serentak 2018 yang hanya memiliki calon tunggal. Keterangan Komisioner KPU Ilham Saputra akan menyatakan akan mengirimkan surat ke KPUD masing-masing untuk melakukan sosialisasi dan perpanjangan masa pendaftaran hingga 16 Januari. Komisioner KPU lainnya Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan, fenomena calon tunggal menjadi keprihatinan banyak pihak.

“Pilkada yang seharusnya menjadi arena kontestasi antar kandidat menjadi hanya diikuti oleh satu bapaslon. Sehingga esensi dari kompetisi politiknya menjadi nihil,” kata ujar Pramono. [UNI/TIM].

Related Posts