Urban News

Panwaslu Mamasa Panggil Oknum ASN dan Kepala Desa Yang Hadir Bersama Bakal Calon di KPUD

Panwaslu Mamasa Panggil Oknum ASN dan Kepala Desa Yang Hadir Bersama Bakal Calon di KPUD

Mamasa, URBAN NEWS INDONESIA – Beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa nampak dalam rombongan saat pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Mamasa saat melakukan tahapan pendaftaran maupun konsultasi di KPUD Mamasa. Kehadiran oknum ASN atau PNS tersebut terjadi saat pasangan H. Ramlan Badawi – Martinus Tiranda (RB-MT) melaksanakan pendaftaran pada Selasa (09/01/2017) dan pasangan Obed Nego Depparinding – Benyamin YD (OND-BYD)  melaksanakan konsultasi pada Rabu, (10/01/2017) di Kantor KPUD Mamasa.

Saat diklarifikasi wartawan, Ketua Panwaslu Mamasa, Patrik menjelaskan bahwa saat ini sudah di lakukan pemanggilan kepada semua oknum bersangkutan untuk dimintai keterangan. Lebih lanjut, beliau enggan berkomentar banyak terkait nama-nama oknum yang dimaksud. Patrik, hanya menegaskan jika pihaknya tidak pandang bulu dan akan tetap konsisten menegakkan aturan yang sebagaimana mestinya.

Saat ditanya oknum ASN dan Kepala Desa yang dimaksud, Patrik, enggan menyebutnya. “Yang jelasnya kita tunggu tahapan pemeriksaannya saja, hasilnya akan kami publikasi nanti” kata Patrik.

Dari pantauan di Panwas Mamasa telah dilakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN atas nama Arruan Langi’. Dari informasi yang diperoleh, Aruan Langi’ diketahui sebagai istri dari salah satu kandidat bakal calon wakil bupati Mamasa yakni Marthinus Tiranda. Saat di minta keterangan terhadap proses pemeriksaan yang telah usai dilalui, pihak Aruan Langi’ yang di wakili Ketua Divisi hukum Pasbalon RB-MT, Metusalach Z Ratu menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Panwas karena pihak Panwas Mamasa belum mengeluarkan keputusan hasil pemeriksaan.

Terkait pertanyaaan wartawan soal status Benyamin YD selaku ASN yang akan berlaga sebagai salah satu bakal calon wakil bupati apakah termasuk melanggar UU ASN, pihak Panwas Mamasa menyampaikan bahwa masyarakat harus mampu menilai serta membedakan status BYD dan Arruan Langi’.

Dalam konteks BYD beliau sebagai warga negara punya hak untuk  dicalonkan atau mencalonkan diri. Sebagai ASN, Benyamin YD harus membuat surat pernyataan pengunduran diri saat melakukan pendaftaran bakal calon di KPU. Sementara Arruan Langi’ dalam konteks memberi dukungan kepada salah satu pasangan sebagaimana diatur dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,” tegas Komisioner Panwas Mamasa, Abd. Hafid. [UNI/MMS].

 

Penulis: Dallek

Editor: Tim Redaksi / www.urbannews.co.id

Related Posts