Urban News

Tidak Puas Dengan Pembangunan, Mahasiswa Demo Pemda Mamasa

Tidak Puas Dengan Pembangunan, Mahasiswa Demo Pemda Mamasa

Mamasa, URBAN NEWS INDONESIA – Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam masyarakat masih eksis hingga hari ini. Mahasiswa yang merupakan kekuatan moral masyarakat dalam mengawal pembangunan, baru-baru ini menunjukkan keberadaannya di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Sekumpulan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Kabupaten Mamasa melakukan aksi demonstrasi terhadap Pemerintah Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini dilakukan di seputaran Kota Mamasa mulai dari Simpang Lima hingga di Kantor DPRD setempat, Senin (12/02/2018).

Kegiatan yang dikordinatori Taufik Rama ini menuntut beberapa hal fundamental terkait pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa yang dinilai mengecewakan menurut kajian Mahasiswa. Salah satu diantaranya yakni pembangunan Asrama Mahasiswa Kabupaten Mamasa sebagai aset Pemda di Kota Makassar.

Pasalnya, Asrama Mahasiswa Mamasa yang mulai digagas sejak tahun 2014 ini belum dilakukan serah terima antara pihak Pemda dengan Mahasiswa. Kondisi asrama yang sudah berdiri sejak beberapa tahun, kini mulai memprihatikan di mata mahasiswa.

“Asrama Mahasiswa Kabupaten Mamasa kurang lebih 4 tahun tak berpenghuni sehingga beberapa kaca pecah, tembok retak, dan bahkan beberapa plafon kamar sudah rubuh. Beberapa kali pertemuan dengan Pemda, bahkan DPRD sudah menyampaikan ke Pemerintah agar diprioritaskan, namun ternyata belum juga dilaksanakan hingga hari ini,” kata Ridwan Susyanto salah satu peserta aksi mahasiswa, kepada Media Urbannews.id, Jumat (16/02/2018).

Selain persoalan asrama, mahasiswa juga menuntut pemeliharaan aset Pemda lainnya seperti Rumah Adat Kabupaten Mamasa dan Mess Pemda di sekitaran Kota Makassar yang mulai terbengkalai. Menurut penelusuran mahasiswa, Rumah Adat Kabupaten Mamasa di Benteng Somba Opu ini masih numpang fasilitas air dan listri ke Rumah Adat Toraja, serta belum ada direnovasi sehingga tidak layak huni.

“Kami menuntut Pemda segera melakukan renovasi Rumah Adat Kabupaten Mamasa di Benteng Somba Opu Makassar, serta melakukan perawatan maksimal pada aset mess atau penginapan milik Pemda di AURI sekitar Bandara Sudiang,” bunyi isi selebaran peryataan sikap Aliansi Mahasiswa Mamasa yang disampaikan Ridwan Susyanto.

Dalam tuntutannya, Aliansi Mahasiswa Kabupaten Mamasa juga meminta Pemda Mamasa mengeluarkan regulasi terkait pendidikan gratis di seluruh wilayah Kabupaten Mamasa layaknya daerah-daerah lain. Selain pendidikan gratis, kelengkapan dan pemerataan infrastruktur, sarana dan prasarana juga menjadi permintaan penting mahasiswa dalam pertemuannya dengan Pemda.

Menanggapi aksi demonstrasi Mahasiswa Mamasa ini, pihak Pemda Mamasa seketika bergerak hari itu juga untuk menemui mahasiswa. Audensi mahasiswa di Kantor DPRD Mamasa yang dihadiri beberapa anggota DPRD dan pihak Pemda, menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:

  1. Pembenahan asrama termasuk pagar akan segera dilaksanakan (minggu ke-III Maret) pada tanggal 19 Maret 2018.
  2. Pembangunan aula dianggarkan pokok 2019.
  3. Setelah selesai perbaikan asrama dan pagar, maka akan segera dilaksanakan serah terima.
  4. Pelaksanaan kesepakatan ini tetap akan dilaksanakan walaupun terjadi pergantian Kabag Umum Sekretariat Daerah.

Kesepakatan yang dibuat ini ditanda tangani masing-masing pihak yakni Ely Sambominanga selaku Ketua Komisi I DPRD Mamasa, Yohanis Buntulangi selaku Wakil Ketua Komisi II, Yulianus Nanne selaku Kabag Umum, Buhari Djamaluddin selaku Kabid Anggaran, dan Taufik Rama W selaku Kordinator Mahasiswa.

Eksistensi mahasiswa selaku agen perubahan menjadi salah satu harapan masyarakat dalam melaksanakan kontrol sosial atas pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah. [UNI/Marsel].

Related Posts