Urban News

Gempa Bumi di Mamasa Bukan Aktivitas Gunung Berapi

Gempa Bumi di Mamasa Bukan Aktivitas Gunung Berapi

Mamasa, URBAN NEWS INDONESIA – Terjadinya gempa bumi kurang lebih 10 kali dalam sehari di Mamasa, menimbulkan kekhawatiran warga setempat. Gempa yang datang bertubi-tubi memunculkan berbagai asumsi di tengah masyarakat akan hal buruk yang mungkin terjadi.

Menurut laporan warga, berita berhembus di masyarakat Mamasa bahwa gempa diakibatkan oleh aktivitas gunung merapi yang akan meletus di sekitar wilayah Mamasa. Kabar dari mulut ke mulut itu sontak menambah ketakutan warga akan kemungkinan terjadinya letusan gunung berapi.

Menanggapi hal itu, masyarakat menunggu konfirmasi resmi dari BMKG Majene dan Pemerintah Daerah setempat. Warga mengharapkan penjelasan lengkap dari pihak berwenang selain penjelasan resmi yang sudah dikeluarkan BMKG pusat melalui website dan akun sosial medianya.

Tidak ingin pasif menunggu, Warga Mamasa, Reski Masran langsung menelfon ke BMKG Majene menanyakan jenis gempa yang terjadi di Mamasa. Reski meminta penjelasan apakah gempa yang terjadi benar karena aktivitas gunung berapi atau jenis gempa lain.

Menjawab pertanyaan Reski, pihak BMKG Majene dalam sambungan telfonan yang direkam menjelaskan bahwa gempa yang melanda Mamasa bukan gempa vulkanik (red: aktivitas gunung berapi), melainkan gempa tektonik. Pihaknya memastikan gempa yang terjadi beberapa kali di Mamasa itu bukan berasal dari gunung berapi yang akan meletus.

Meski demikian, pihak BMKG Majene tetap mengimbau Masyarakat Mamasa untuk waspada terhadap gempa bumi tektonik yang mungkin saja dapat terjadi lagi. Masyarakat dihimbau untuk menghindari bangunan yang dapat roboh saat terjadi gempa susulan.

Sebagaimana diketahui gempa tektonik merupakan gempa yang terjadi karena aktivitas lempeng bumi atau akibat dari pergeseran lempeng bumi. Gempa ini dapat menimbulkan tsunami. Sedangkan, gempa vulkanik merupakan gempa yang terjadi karena aktivitas vulkanik gunung berapi. Gempa vulkanik ini dapat mengakibatkan gunung berapi meletus.

Sedikitnya 4 kali BMKG secara resmi melalui halaman Facebooknya mengumumkan terjadinya gempa di wilayah Mamasa dan sekitarnya. Deretan peristiwa yang terjadi sepanjang hari yakni gempa berkekuatan 4,7 Skala Richter (SR) pada pukul 10:30 di arah 11 Km Timur Laut Mamasa–SULBAR dengan Kedalaman 10 Km, kemudian Gempa 4,6 SR pada pukul 13:04 di lokasi 13 Km Barat Laut Mamasa-Sulbar dengan kedalaman 10 KM, lalu gempa 4,9 SR pada pukul 16:44 di lokasi 13 KM Tenggara Mamasa – SULBAR kedalaman 10 km, dan gempa terjadi lagi dengan kekuatan 3,7 SR pada pukul 17:09 di lokasi arah 19 Km Timur Laut Mamasa – Sulawesi Barat, pada Sabtu, (3/10/2018).e

Gempa bumi yang terjadi di Mamasa tidak berpotensi mengakibatkan letusan gunung berapi. Gempa tektonik itu yang juga tidak mungkin mengakibatkan Tsunami di Mamasa karena wilayah pegunungan.

Namun warga diharapkan tetap siaga dan serta menghindari bangunan atau pohon yang mungkin roboh jika terjadi gempa susulan. Masyarakat juga sebaiknya tidak mendengar berita atau informasi yang sumber dan isinya tidak jelas (Red: berita palsu atau hoax) karena hanya akan menambah kekhawatiran dan kegaduhan.[UNI/Marsel].

Related Posts