Urban News

Gempa Bermagnitudo 5.5 Tengah Malam Bangunkan Warga Mamasa

Lokasi Gempa Mamasa yang diakses warga Mamasa di Randanan, Mamasa, Sulawesi Barat melalui laman resmi BMKG. (Foto : Screnshoot/Buntu Arruan)

Mamasa, URBAN NEWS INDONESIA – Gempa bumi bermagnitudo 5.5 kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat. Gempa yang terjadi tengah malam ini terjadi sekitar pukul 02:35 WITA, Selasa (6/11/2018).

Diakses dari website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan GEOFISIKA (BMKG), benar telah terjadi gempa di sekitar Mamasa berkekuatan Magnitudo 5.5 dengan kedalaman 10 Km. Lokasi Gempa berada di titik 2.93 LS 119.44 BT atau 12 Km Tenggara Mamasa, Sulawesi Barat.

Gempa tektonik ini dikabarkan dirasakan di Mamasa, Polewali, Majene, Mamuju, dan Toraja. Meski berkekuatan cukup besar namun menurut BMKG, gempa yang baru saja terjadi ini tidak berpotensi Tsunami khususnya di dataran pantai.

Berdasarkan pantauan Urbannews.co.id kepada warga Mamasa dan Polewali melalui sambungan telpon, gempa dinihari ini sontak membangunkan warga. Buntu Arruan (Bunar) warga Mamasa mengaku dibangunkan oleh goyangan gempa.

Lebih lanjut, Bunar melaporkan bahwa gempa bumi di Mamasa sempat mengakibatkan mati lampu, meski sudah menyala kembali. Ia dan keluarganya menyatakan tidak mengungsi namun tetap waspada mengingat gempa susulan berkekuatan kecil masih terus terjadi.

Demikian pula laporan Roland dan Wenny Ravilla dari Polewali saat dikonfirmasi sekitar pukul 04:15 WITA membenarkan gempa yang terjadi di Mamasa ikut dirasakan di Polewali. Wenny mengaku sempat berlari keluar rumah bersama tetangga sekitar untuk mencaritahu keadaan yang terjadi.

Sebagaimana diketahui dari BMKG, Mamasa telah dilanda gempa yang bertubi-tubi sejak Sabtu (3/11/2018) hingga dini hari ini. Gempa yang terjadi secara terus menerus membuat warga ketakutan hingga ada yang mengungsi ke tempat terbuka mendirikan tenda.

Berdasarkan pengakuan dari BMKG Majene beberapa hari yang lalu, Gempa Bumi yang terjadi di Mamasa merupakan Gempa Tektonik bukan gempa vulkanik. Gempa tektonik terjadi akibat pergeseran lempeng bumi, sedangkan gempa vulkanik terjadi karena aktivitas gunung berapi. [UNI/Marselinus].

Related Posts