Urban News

Kabid Holtikultura: Anggaran Hanya Rp 20 Juta Pertahun

Kabid Holtikultura: Anggaran Hanya Rp 20 Juta Pertahun

URBANNEWS.CO.ID – Hampir setiap orang mengatakan Kabupaten Mamasa potensial untuk pengembangan holtikultura (sayuran) pasalnya, daerah ini masih tergantung dengan produksi sayuran dari daerah lain. Hal itu dibuktikan dengan pengakuan Kepala Bidang Holtikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Mamasa, Aris Bonggasilomba katanya produksi lokal untuk sayuran hanya mencapai 20%.

Aris menjelaskan, ketersedian anggaran sangat minim untuk pengembangan holtikultura di Mamasa, sejak Tahun 2015 hingga Tahun 2016 anggaran yang diberikan untuk Bidang Holtikultura hanya Rp 20 juta saja.

“Kami telah melakukan koordinasi ke Provinsi Sulbar dan pusat namun belum juga ada realisasi. Soal potensi, harus diakui keberadaan daerah kita ada didataran tinggi dan seharusnnya kita yang suplai ke daerah lain namun terbalik, justru Mamasa yang disuplai dari Malino dan Enrekang,”ungkapnya.

Lanjut dia, produksi lokal kita hanya 20% saja sehingga tidak mampu menutupi permintaan pasar, jadi mau tidak mau kita harus tergantung ke hasil produksi sayur dari daerah lain. Ia berharap, DPRD Kabupaten Mamasa dan DPRD Provinsi Sulbar dapat memberikan perhatian atas kendala tersebut sehingga masalah yang ada dapat teratasi.

Menurut Sudiarno Allowali melalui Media Sosial (Medsos) yang juga Warga Mamasa, Setiap harinya sayur di drop langsung dari Enrekang dan Polewali ke Mamasa padahal sekitar 80% masyarakat di Mamasa adalah patani. Hal tersebut harusnya memeperoleh perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Hal yang sama juga diungkapkan, Ronny Madika melalui akun pribadinya katanya. Masyarakat Mamasa mayoritas petani agar kebutuhan sehari-hari tidak selamanya bergantung pada daerah lain harusnya potensi yang ada diberdayakan. (HPR)

Editor : Frians
Reporter : HLP

Related Posts