Urban News

Tenaga Ahli DPR Ungkap Ratusan Warga NTT Terkena PHK Telantar di Palangkaraya

Tenaga Ahli DPR Ungkap Ratusan Warga NTT Terkena PHK Telantar di Palangkaraya

URBANNEWS.CO.ID  – Sekitar 142 orang tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Argo Lestari Sentosa. Mereka ada yang sudah bekerja kurang lebih (1-6) tahun di perusahan tersebut

“Sudah delapan Bulan mereka bertahan hidup di jalan Badak, Kota Palangkaraya dengan hanya mendirikan tenda-tenda darurat, dan baru sekitar seminggu yang lalu mereka dipindahkan ke Paroki (Gereja Katolik) Palangkaraya karena kamp tempat tinggal mereka dilanda banjir,” Kata Hamid Koli Hobol, Tenaga Ahli Komisi IX, DPR RI pada Minggu (8/5/2016) melalui pesan singkat.

Selain itu, Hamid mengaku bertemu dan mendengar keluhan warga NTT itu pada Jumat (6/5/2016). Berdasarkan informasi yang diterimanya, 142 buruh asal NTT ini dipecat karena menuntut hak sebagai buruh di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Ia mengatakan, “Mereka ini korban dari tenaga kerja akibat calo. Mereka ini prosesnya melalui angkatan kerja antardaerah, di mana kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja asal mereka dan perusahaan PT Agro Lestari Sentosa, tetapi identitas mereka sebagai tenaga kerja sampai sekarang tidak ada di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gunung Mas,”

Selama delapan bulan telantar, menurut Hamid, mereka menyambung hidup dengan memetik sayur yang tumbuh liar atau menjadi buruh harian lepas. Kondisinya makin memprihatinkan karena anak-anak para buruh itu masih usia sekolah, ikut tinggal di tenda darurat, dan tidak bersekolah karena tidak punya biaya.

Hamid menuturkan, pada Oktober 2015 ada tiga anggota DPRD dari Kabupaten Belu bersama sejumlah staf dari Dinas Tenaga Kerja, Kabupaten Belu mendatangi perusahaan PT Agro Lestari Sentosa untuk mencari solusi terkait permasalahan ini. Akan tetapi, sampai saat ini masalah tersebut belum terselesaikan.

“Waktu itu mereka bertemu manajer PT Agro Lestari Sentosa dan memilih menginap di perusahaan tersebut, setelah itu langsung memilih pulang kembali ke NTT. Para buruh sempat mengejar para pejabat tersebut hingga bandara namun tidak berhasil menemui mereka,” Imbuh Hamid.

 

Related Posts