Urban News

KPK Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Calon Kepala Daerah yang Terindikasi Korupsi

KPK Ingatkan Masyarakat Tak Pilih Calon Kepala Daerah yang Terindikasi Korupsi

Jakarta, URBAN NEWS INDONESIA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar masyarakat bersikap cermat dalam melihat rekam jejak para calon kepala daerah peserta Pilkada Serentak 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, publik harus menjauhkan pilihannya dari calon-calon yang terindikasi dalam dugaan korupsi.

“Track record para calon sebaiknya jadi pertimbangan bagi masyarakat, karena hal ini penting,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

KPK tidak ingin para calon yang terindikasi dalam dugaan korupsi terpilih menjadi kepala daerah dalam pilkada. Karena, nantinya masyarakat akan mengalami kerugian selama beberapa tahun ke depan.

Lebih lanjut, Febri mengingatkan agar para calon petahana yang mencalonkan diri agar menghindari upaya yang mengarah pada kejahatan korupsi.

Pihaknya menegaskan agar calon petahana tidak bermain-main terhadap penggunaan anggaran atau menyalahgunakan wewenang.

“Para calon kami ingatkan, proses pilkada itu dijalankan secara demokratis tentu saja, tidak ada politik uang, dan juga kalau terpilih nanti harus jauh lebih hati-hati dari praktik-praktik korupsi,” ungkapnya.

Febri menyarankan agar masyarakat lebih bersikap aktif dalam memantau pelaksanaan pesta demokrasi di daerah masing-masing.

Masyarakat diharapkan juga tak apatis dalam memilih calon-calon yang memiliki integritas. Menurutnya, masa depan daerah selama lima tahun kedepan dipegang oleh masyarakat sendiri.

“Kalau masyarakat menemui, misalnya, ada politik uang, ingin membeli suara masyarakat, maka kami imbau agar melapor (ke penyelenggara pemilu), dan untuk calon-calon jangan gunakan APBD untuk membeli suara,” tegas Febri.

Sebagaimana diketahui, Pilkada Serentak 2018 dilaksanakan di 171 daerah, yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Adapun proses pemungutan suara di TPS masing-masing akan dilakukan pada 27 Juni 2018 mendatang. [UNI/MR]. 

 

Editor : Redaktur Urbannews.co.id 

Sumber : Kompas.com (3/5/2018) 

Related Posts