Urban News

Berkas Peninjauan Kembali Ahok Resmi Diterima Mahkamah Agung

Berkas Peninjauan Kembali Ahok Resmi Diterima Mahkamah Agung

Jakarta,  URBAN NEWS INDONESIA – Mahkamah Agung (MA) telah menerima berkas peninjauan kembali (PK) atas perkara pidana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajukan PK atas vonis pengadilan dua tahun penjara yang ia terima atas kasus penistaan agama.

“Informasi berkas sudah dikirim ke MA. Perjalanan surat masuk lewat umum dulu,” ungkap Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA, Abdullah melalui pesan pendek di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jootje Sampaleng juga membenarkan informasi yang beredar tersebut. Jootje menyatakan, berkas PK Ahok sudah diteken dan dikirim ke MA. “Sudah, silakan cek ke MA untuk lebih lanjutnya,” katanya.

Diterimanya berkas PK oleh MA ini menandai babak baru perjuangan keadilan hukum untuk Ahok. Sehari sebelumnya, Abdullah menyatakan MA belum sama sekali menerima berkas PK Ahok. Ia memperkirakan berkas sedang dalam tahap penandatanganan berita acara pemeriksaan oleh kedua pihak. Karena itu, lebih lanjut Abdullah, cepat atau lambatnya pelimpahan berkas ke MA ditentukan oleh kedua pihak itu mempelajari berkas.

Abdullah memperkirakan kasus PK Ahok ini akan mendapat prioritas seusai masuk ke MA. Pasalnya, bila sebuah kasus banyak mendapat perhatian publik, MA akan mempertimbangkan untuk secepatnya diputuskan. Apalagi kasus ini termasuk kasus pidana.

Hal senada juga disampaikan anggota tim Penasihat Hukum (PH) Ahok, Josefina Agatha Syukur. Ia menyatakan, pihaknya belum mendapat panggilan pemeriksaan berkas PK oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Kami belum melakukan inzage (penerimaan panggilan untuk pemeriksaan berkas),” jelas Josefina ketika ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

Dengan diterimanya berkas PK Ahok tersebut, maka sidang Peninjauan Kembali perkara Basuki Tjahaja Purnama segera bergulir di Mahkamah Agung.

Penulis : Fajar Febrianto
Editor : Marsel
Sumber : Tempo

Related Posts