Urban News

Wakili Indonesia di Rusia, Urbanisasi Paparkan Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur Era Presiden Jokowi

Dr. Urbanisasi (kiri) menerima cinderamata dari Dekan Fakultas Hukum Moscow State University Alexander Saltonov (kanan) usai membawakan materi dalam Kazan Forum, di Moscow, Rusia, Rabu, (13/09/2017) waktu setempat.

MOSCOW, URBAN NEWS INDONESIA – Dr. Urbanisasi dipilih sebagai perwakilan Indonesia membawakan materi seputar perkembangan ekonomi Indonesia di Rusia. Kegiatan yang dihadiri ratusan undangan dari berbagai negara ini dalam rangka mengikuti forum diskusi “Kazan Legal Forum”, di Moscow University, Rusia, Rabu (13/9/2017).

Praktisi hukum lulusan Universitas Hasanuddin ini menyampaikan artikelnya yang berjudul “Belt and Road Initiative, Partisipasi Aktif Indonesia dalam Kerjasama Investasi dan Keuangan dengan Negara-negara Asia dan Timur Tengah”. Urbanisasi tampil pada sesi “Investment and Financial Cooperation with Asia and Middle East Countries: barriers and recomendations”.

Dihadapan ratusan pebisnis dan praktisi hukum dari sejumlah negara, Urbanisasi menyampaikan keberhasilan pembangunan infrastruktur Indonesia era Pemerintahan Presiden Joko Widodo “Jokowi”. Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi negara yang layak dijadikan tujuan utama investasi negara-negara besar dunia seperti Rusia karena telah didukung oleh fasilitas infrastruktur yang mulai memadai.

“Belt and Road Initiative bertujuan untuk mempromosikan konektivitas infrastruktur dan kordinasi kebijakan, sehingga mendorong perdagangan dan investasi serta memperdalam persahabatan dan pertukaran budaya antar negara peserta,” jelas Dosen Pascasarjana Universitas Tarumanagara ini.

Urbanisasi mengungkapkan, Belt and Road Initiatif ini memiliki tujuan yang serupa dengan proyek tol laut yang merupakan salah satu program utama pemerintahan Presiden Jokowi. Forum inisiatif ini diyakini dapat mendorong ekonomi global pada abad ke-21 saat ini.

“Perkembangan global saat ini mengharuskan setiap negara melakukan kerjasama internasional, kerjasama dimaksud tentunya kerjasama yang saling menguntungkan atau membawa manfaat antara satu negara dengan negara lainnya, baik itu kerjasama dibidang investasi, keuangan, ekonomi, politik, budaya,  pendidikan,  keamanan,  dan  bidang lainnya  terkait  kebutuhan satu sama lain,” kata Urbanisasi yang juga merupakan direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pengacara Indonesia.

Lebih lanjut, Urbanisasi memaparkan 9 Program Nawacita Presiden Jokowi yang mengisyaratkan pentingnya kerjasama internasional, terutama pada program ke 6 dan ke 7. Sebagian isi dari program tersebut, yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa bangkit dan maju bersama negara-negara Asia lainnya.

“Juga mewujudkan kemandirian  ekonomi  dengan  menggerakkan sektor strategis  ekonomi domestik. Sehingga, dengan melihat kedua program prioritas tersebut, maka sudah sewajarnya pemerintah melihat peluang kerjasama baru yang berpotensi mendukung daya saing Indonesia di pasar internasional,” ungkap owner firma hukum Urban Law Office & Partners ini.

Keikutsertaan Indonesia dalam “KAZAN LEGAL: International Legal Forum 2017” sebagai bentuk komitmen partisipasi aktif Indonesia dalam kerjasama internasional dibidang investasi dan keuangan. Kaitannya dengan kerjasama dan investasi antara negara, bukan hanya pelaku ekonomi yang dibutuhkan tapi para paraktisi hukum juga memiliki peran penting dalam menjamin hak-hak dan kewajiban setiap hubungan kerjasama antar negara.

“Sebagai negara berkembang, Indonesia terbuka terhadap negara-negara yang siap berinvestasi pada berbagai sektor pembangunan. Kebutuhan dana pembangunan infrastruktur di Indonesia relatif sangat besar mengingat luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kualitas infrastruktur Indonesia yang belum setara dengan beberapa negara maju di Asia seperti China, Jepang dan Singapura,” ungkap Urbanisasi dihadapan investor-investor Rusia dan negara-negara lain peserta forum diskusi.  [UNI/MARSEL].

Related Posts