Urban News

Kapolri Perintahkan Jajarannya Tangkap Dept Collector yang Meresahkan Masyarakat

Kapolri Perintahkan Jajarannya Tangkap Dept Collector yang Meresahkan Masyarakat

Jakarta, URBAN NEWS INDONESIA – Kapolri Tito Karnavian, perintahkan jajaran Polisi untuk menangkap preman dan Debt Collector karena meresahkan dan mengusik serta meneror masyarakat.

Menurut Kapolri, preman berkedok Debt Collector tidak dibenarkan dengan alasan apapun mengambil motor atau mobil konsumen secara paksa karena terlambat membayar cicilan. Preman yang menebar teror di masyarakat seperti ini harus dilaporkan dan ditindak oleh jajaran polisi setempat.

”Apapun itu alasannya kalau meresahkan Masyarakat wajib di tindak lanjuti polisi, itu bagian dari Terror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, Aman menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” tegas Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan, sudah diatur oleh Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011. Sementara pihak bank finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil juga tidak dibenarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 serta tindakan itu merupakan perbuatan melawan hukum.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok Debt Collector.

Sedangkan pihak Leasing wajib tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan.

Unit mobil atau motor harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut dapat dibekukan usahanya.

Umumnya, Fidusia dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Tujuannya agar kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector.

Terpisah, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga berpesan kepada Polri agar menangkap Preman dan Preman yang berkedok debt collector. Menurutnya, mereka menjadi teror dan resahkan masyarakat. ”Polri segera tangkap semua preman dan Debt Collector di jalanan, dan menindak tegas pengambil unit yang berada di leasing. Karena mereka sudah mengancam dan meneror, bahkan resahkan masyarakat.” ujar Hotman. [UNI/MR].

Editor : Redaktur Urbannews.co.id Sumber : Sinarlampung.com (5/5/2018).

Related Posts