Urban News

Gebrakan Terbaru Polda Metro Jaya Laksanakan PKPA Kerjasama KAI

Jakarta, URBAN NEWS INDONESIA – Polda Metro Jaya menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Tahun 2018 kerjasama dengan organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan perguruan tinggi Esa Unggul. Kegiatan yang pertama kalinya diadakan di tingkat Polda ini diselenggarakan di Kantor Polda Metro Jaya, Rabu (29/08/2018).

Pembukaan acara PKPA ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu HadiningratWahyu Hadiningrat, SIK., MH., mewakili Kapolda Metro Jaya yang sedang memiliki kesibukan tugas. Sedangkan dari pihak KAI dihadiri langsung oleh Presiden KAI, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, SH., MH., CLA., CIL., CLI., CRA. bersama jajarannya dan Wakil Dekan Fakultas Hukum universitas Esa Unggul Jakarta, Zulfikar, SH., MH., sesuai dengan amanat peraturan Perundang-undangan terbaru setiap PKPA yang dilaksanakan organisasi advokat harus menggandeng perguruan tinggi.

Tujuan dilaksanakannya PKPA di tubuh kepolisian yakni untuk meningkatkan kompetensi para penyidik dan anggota bidang hukum di wilayah Polda Metro Jaya. Olehnya, panitia pelaksana mangambil tema “Pendidikan Khusus Profesi Advokat Tahun 2018 dalam Rangka Mendukung Tugas Pengembangan Fungsi Hukum untuk Mewujudkan Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya”.

Wakapolda dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menggandeng Organisasi Advokat KAI dan perguruan tinggi agar membagikan ilmunya kepada peserta guna meningkatkan kemampuan Polri dalam penanganan hukum. Brigjen Wahyu juga berpesan kepada semua peserta agar mengikuti kegiatan secara full selama 5 hari untuk dapat berbagi ilmu dengan para advokat senior dan pakar hukum universitas yang menjadi pemateri.

“PKPA ini dianggap sangat perlu guna mendukung kerja kepolisian dalam penanganan hukum mulai dari penyelidikan, penyidikan, hingga beracara di pengadilan. Namun selama ini baru Mabes Polri yang biasa melakukan, sedangkan di tingkat Polda sudah lama diwacanakan akhirnya hari ini bisa dilaksanakan di Polda Metro Jaya,” kata Wakapolda Metro Jaya, Jakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden KAI selaku pemateri pertama bahwa para penyidik tidak boleh monoton pada satu titik saja karena diluar dari penyidikan yang sudah biasa dilakukan oleh anggota Polri, masih ada dunia dan ilmu lain yakni dunia advokat atau pengacara. Tjoetjoe Sandjaja Hernanto juga menjelaskan bahwa para penyidik dan advokat sering berbenturan di lapangan karena belum saling memahami dunianya masing-masing, sehingga kadang timbul kerugian yang semestinya tidak perlu terjadi karena advokat maupun polisi sama-sama sebagai penegak hukum.

“Kegiatan yang dilaksanakan Polda Metro Jaya ini sangat positif dan inovatif, sehingga kita berharap Polda-Polda lain di Indonesia dapat melaksanakan hal yang sama. Bahkan kedepan kita bukan hanya melakukan kerja sama PKPA tapi juga Gathering (red: rekreasi/kumpul) bersama antara penyidik Polri dan Advokat KAI di suatu tempat agar bisa saling mengenal dan membangun tali silaturahmi antar kepolisian dan advokat,” ungkap Presiden KAI

Peserta PKPA berjumlah 50 orang anggota polisi aktif yang berasal dari Polres dan Polsek wilayah Polda Metro Jaya. Menurut Ketua Panitia, Kabid Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Sihombing, SIK., SH., MH, kegiatan ini pertama kali dilakukan dan rencananya akan terus dilakukan kedepan guna meningkatkan kualitas dan kinerja bidang hukum Polda Metro Jaya.

Di acara yang sama, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pengacara Indonesia (LSPPI) Dr. Urbanisasi, SH., MH., CLA., CIL., yang turut hadir sebagai narasumber dan penguji mengapresiasi kegiatan PKPA yang diselenggarakan Polda Metro Jaya bersama KAI ini. Urbanisasi mengungkapkan PKPA ini merupakan sebuah gebrakan positive dan maju Polda Metro Jaya melalui Kabid Hukum Kombes Pol Victor Sihombing, yang menjadi penginisiatif sekaligus panitia penyelenggara acara.

“Baru-baru saja pada akhir April 2018 lalu ada 19 Purnawirawan Jenderal Polisi bergabung menjadi Advokat KAI. Ini menandakan bahwa advokat ini sangat menarik bagi anggota kepolisian untuk melanjutkan penegakan hukum pasca meninghalkan seragam Polri karena pensiun. Sehingga sangat bijak jika dari awal sudah mendalami ilmu dan dunia tentang advokat melalui PKPA,” kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Taruma Nagara ini.

Lebih lanjut, Urbanisasi mengungkapkan bahwa proses penegakan hukum di tingkat pengadilan kedepannya akan semakin maju seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat. Sehingga menurutnya, hanya mereka yang telah memiliki kartu advokat dan terdaftar secara online di data Mahkamah Agung yang dapat beracara di pengadilan. [UNI/Marsel]

0

Related Posts