Urban News

BSSN Mendukung Para Hacker Indonesia Pada Ajang Cyber Jawara

BSSN Mendukung Para Hacker Indonesia Pada Ajang Cyber Jawara

Jakarta, URBAN NEWS INDONESIA –Para Hacker Indonesia menyelenggarakan kompetisi yang disebut Cyber Jawara. Ajang bergengsi yang ke-7 kali ini diselenggarakan Kementerian Kominfo untuk mengasah kemampuan hacker Indonesia dari berbagai daerah yang dilaksanakan pada Selasa (9/10/2018).

Kegiatan Cyber Jawara juga bertujuan untuk membangun jejaring antar hacker Indonesia dalam berbagai komunitas dan kerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta. Pemenang dari kompetisi ini akan diberi kesempatan mewakili Indonesia pada kompetisi Siber atau Hacking di tingkat regional dan internasional.

Pemenang Cyber Jawara dapat tampil di Cyber SeaGame untuk ASEAN, lalu jika juara maka dapat lanjut ke kompetisi Japan Security Contest dan kemudian berpeluang mengikuti DEFCON CTF di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menanggapi kegiatan antar Hacker Indonesia ini, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Cyber Jawara. Menurut lembaga negara yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi ini, Indonesia membutuhkan banyak talenta-talenta di bidang keamanan siber.

Dalam press releasesnya, BSSN mengungkapkan pihaknya sebagai badan baru yang sangat berkepentingan dengan keamanan siber Indonesia menyambut baik penyelenggaraan Cyber Jawara yang ke-7 ini, karena kompetisi ini juga dapat menjadi tempat mengalihkan perhatian hackers di Indonesia terhadap tindakan illegal hacking seperti web defacement. BSSN berpendapat, jika Hacker Indonesia menang dan bisa berkompetisi di luar negeri maka juga berarti ikut mempromosikan kegiatan keamanan siber yang positif di Indonesia ke komunitas internasional.

Diketahui, tahun 2018 ini merupakan gelaran Cyber Jawara yang ke-7 dan diikuti oleh 177 tim dari seluruh Indonesia. Para peserta dibagi ke dalam 5 zona: Zona 1 mewakili Sumatra dan Kalimantan dengan jumlah peserta 32 tim, Zona 2 mewakili Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan jumlah peserta 81 tim, Zona 3 mewakili Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dengan jumlah peserta 39 tim, Zona 4 mewakili Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB dengan jumlah peserta 16 tim dan terakhir Zona 5 mewakili Sulawesi, Maluku dan Papua dengan jumlah peserta 8 tim.

Para peserta yang berbakat di bidang IT ini dapat dirangkul oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Badan Siber dan Sandi Negara untuk menjadi partners pemerintah dalam memerangi kejahatan siber di Indonesia. [UNI/Marselinus]

Related Posts